Kemarin seharian pindahan rumah dari Bukit Batok ke Tampines. Cape juga, pagi-pagi sudah angkut-angkut barang dibantu sama petugas mover. Dari Tampines langsung ke Bukit Batok lagi dan ketemu penyewa baru untuk serah terima kunci. Ngobrol-ngobrol dulu pas handover, sambil nunggu hujan mereda. Obrolan barlanjut ke dunia pekerjaan, dll.  Penyewa baru ini, temen dari Indonesia juga, bekerja di bidang IT di Jurong Port. Beliau bercerita tentang dunia pekerjaannya, penggunaan teknologi IT untuk sistem pengaturan transportasi di pelabuhan dan cargo. All are integrated, dan project managementnya mengingatkan saya dengan project management untuk project-project installasi sistem otomasi dunia migas.  Pola yang sama juga ditemui dengan sistem IT di Changi Airport.

Karakteristik:

  • Sea port: kapal ukuran gede-gede, cargo muatan kapal juga banyak banget jadi harus diatur seoptimal mungkin, ada pengaturan lalu lintas cargo (sudah dilengkapi AI segala lho), kapal harus ngantri untuk bisa berlabuh di pelabuhan
  • Air port: pesawat lebih kecil dari kapal, mautan juga lebih sedikit dari kapal, ada pengaturan lalu lintas bagasi dari kapal utk disalurkan ke kurir. lalu lintas udara biasanya padat dan sangat cepat

Hmm, pikiran saya kemudian mengkaitkan karakteristik diatas dengan sistem pengendalian di industri proses dan dunia migas. Coba dibandingkan:

  • Materi yg terlibat bersifat kontinu (bandingkan dengan cargo atau bagasi yg sifatnya diskrit). Bahan baku gas alam dari platform misalnya, disalurkan melalui pipa secara kontinu.
  • Ada pengaturan lalu lintas materi (kalau di air port/sea port pakai ban berjalan misalnya, sementara di petrochem pake pipa)
  • Pengendalian juga sama-sama terintegrasi dengan komputer dan network
  • Tujuan pengaturan secara optimal sehingga menghasilkan produk yg optimal (baca: modal dikit tapi menghasilkan duit banyak … hehe, remember cost function adalah fungsi cost dan objective)

Uh … jadi teringat satu bab pertama di buku Christos Cassandras tentang Discrete Event System. Bab itu membahas karakteristik sistem discrete vs continuous.  Halah, apa pula itu?

Sistem itu anggap aja seperti black-box, abstraksi dari segala macam benda-benda di pelabuhan, bandara, kereta, atau pabrik. Jadi semuanya; berseliweran; disana sini … but punya tujuan dan output. Kalo pelabuhan, tujuannya ya servis pelayanan bongkar muat barang misalnya. Pesawat, mengangkut penumpang dan servis penerbangan yang ngga ngaret. Pabrik, ya menghasilkan produk sebanyak mungkin tapi juga tidak dgn mengabaikan keamanan dan menggenjot mesin sampai rusak. Jadi dialam sistem ada komponen yang saling kait-mengait menghasilkan output tujuan, dan untuk itu dilakukan pengendalian biar ga seliweran dan tabrakan. Juga data-data dikomunikasikan dan dilaporkan.

Bersambung …