Beberapa minggu yang lalu, suatu insiden kecil terjadi di rumah saya. Sebuah papan kaca yang merupakan bagian dari lemari besar di ruang tengah terjatuh dan menimpa televisi. Untungnya kacanya tidak pecah, dan televisi juga tidak sampai jatuh. Rupanya penahan papan tersebut patah, sehingga papan saisi isinya ambrol. Untung saja (sekali lagi), biasanya di atas papan tersebut ditempatkan tape beserta speaker yang lumayan berat. Tapi karena tape tsb sedang rusak dan diservice, sehingga tidak ada beban apa2 diatas papan tadi. Coba kalau ada, wah, bisa berabe hasilnya. Yang paling saya syukuri adalah seandainya papan tadi ambrol menumpahkan segala isinya ke lantai, dan si kecil sedang main2 dibawah … waduh ngga kebayang deh. Alhamdulillah .. insiden ini tidak mengakibatkan konsekuensi apa2.


Tiba-tiba saya teringat, bahwa tahun lalu, saya sudah mengidentifikasi potensial hazard dari penyangga papan tersebut. Penyangganya terbuat dari plastik dan sepertinya tidak kuat untuk menahan beban yang berat. Rupanya identifikasi tadi sudah terlupakan seiring berjalannya waktu, dan saat ini barulah terjadi insiden.
Saya jadi teringat, kalau risk itu adalah fungsi dari likehood (frequency) dan severity (consequence). Likehoodnya jarang, tapi severitynya bisa mencelakakan jika tertimpa orang, atau kerugian finansial jika televisinya bledos.

So , gimana supaya menurunkan risk? Yah dengan mengambil langkah utk menurunkan likehoodnya, misalnya segera memperbaiki penyangga begitu tahu ada potensi bahaya disitu. Begitu teridentifikasi potential hazard sekalipun dirumah, sebaiknya dicatat dan dilakukan langkah2 pencegahannya, karena sifat manusia .. suka lupa seiring berjalannya waktu ..